Publikasi H3
>
Informasi Detail
>
Hidrogeologi
Monev Program KHDTA Tahun 2024-2025
Program Konservasi Hutan Daerah Tangkapan air telah berlangsung selama kurang lebih 6 bulan, dengan tahapan mulai dari Survey&Assessment pada November 2024, kemudian Perjanjian Kerjasama dan Action Penanaman Pohon pada Desember 2024 yang kemudian secara bertahap melibatkan masyarakat desa dan siswa SD dan SMP di Desa Ngadiwono untuk melakukan penanaman 1.000 pohon, hingga monitoring dan evaluasi pada Mei 2025. Data terkini menunjukkan bahwa 68,1% pohon hidup ; 31,6% pohon mati, dan 0,37% pohon rusak. Sesuai Peraturan Menteri LHK No. P.2/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.105/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Tata Cara Pelaksanaan, Kegiatan Pendukung, Pemberian Insentif, serta Pembinaan dan Pengendalian Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, minimum keberhasilan tanam sehingga program dinyatakan berhasil adalah 75% dari total tanaman yang ditanam. Sehingga, untuk mencapai nilai minimal tersebut akan dilakukan strategi tanam sulam, yaitu penggantian tanaman mati dengan tanaman baru yang memiliki ketahanan hidup paling tinggi, dalam hal ini penggantian akan dilakukan dengan menggunakan pohon cemara.
Bagikan Artikel