Publikasi H3
>
Informasi Detail
>
Hidrogeologi
KUNJUNGAN SEMBURAN GAS DI RUNGKUT, SURABAYA
Telah terjadi semburan didugas gas sejak tanggal 16 Oktober 2025 pkl. 14.00 WIB. Semburan terjadi di dalam aliran Sungai Kali Bon Agung setinggi kurang lebih 120 cm. Saat ini semburan masih berlangsung dan interval semburan kurang lebih setiap 5 menit (5 menit gas keluar, kemudian 5 menit gas tidak keluar, berulang). Telah dilakukan penggalian pada sisi utara dan selatan lokasi semburan yang tersebar di: 3 galian (dekat McDonald’s), 2 galian (sebelah timur Superindo) untuk dilakukan pengetesan tekanan gas apabila ada kemungkinan kebocoran pipa gas PGN. Telah dilakukan pengukuran kandungan gas pada titik lokasi keluaran gas dengan hasil pengukuran: - O2 = 20,9% - H2S = 0 ppm - CO = 0 ppm - LEL = 10-36 % (potensi terbakar: sedang) Analisis Keteknikan - Kemungkinan I Kebocoran Pipa Gas yang melampar di lokasi, namun belum diketahui pasti apakah ada pipa gas yang terletak di dasar sungai. - Kemungkinan 2 Bisa jadi gas juga berasal dari alam, yang mana secara geologis, titik lokasi berada pada dataran aluvial (endapan sediman sungai) yang diduga berada di Kelurusan Watukosek (dimungkinkan berupa Sesar) dan di dekat lokasi juga ada Mud Volcano Gunung Anyar yang bisa jadi terkait satu sama lain. Secara proses keluaran gas alam dari rekahan batuan, menyebabkan perpindahan gas dari lapisan batuan yang di dalam bumi muncul ke permukaan. Kesimpulan 1. Pada tahap awal ini, sedang dioptimalkan investigasi lapangan oleh PGN untuk melakukan pengecekan indikasi kebocoran pipa distribusi gas (masih menunggu hasil tracking pipa gas PGN). 2. Hasil pengukuran menunjukkan gas mudah terbakar (nilai LEL di atas batas aman) namun tidak beracun (dibuktikan dengan kandungan H2S sebesar 0 ppm) 3. Berdasarkan poin nomor 2, kandungan gas tidak membahayakan kesehatan manusia apabila terhirup dalam tahap jumlah yang wajar, namun disarankan untuk menghindari kontak langsung dengan titik pusat semburan gas.
Bagikan Artikel