Publikasi H3
>
Informasi Detail
>
Hidrologi
Pengendalian Banjir Bendungan Wonogiri Untuk Reduksi Debit Banjir
ingginya curah hujan pada 14-16 Februari 2023 yang terpantau secara realtime melalui telemetri yang dikelola oleh Jasa Tirta I menjadi sebab utama kenaikan debit Bengawan Solo. Hal ini juga menyebabkan naiknya elevasi waduk hingga 3,35 meter dari batas normal (sesuai Pola Operasi Waduk). Dengan adanya kondisi tersebut, PJT I mengoperasikan pembukaan spillway Wonogiri secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan infrastruktur bendungan dari bahaya overtopping atau pelimpasan air melalui puncak bendungan dan telah sesuai dengan pedoman manual operasi Bendungan. Hujan lebat mengguyur Solo raya secara merata. Hal ini juga menyebabkan debit anak-anak sungai Bengawan Solo naik secara drastis. Seperti Kali Dengkeng meningkat dari 41 m³/det menjadi 562 m³/det dan Kali Samin meningkat dari 54 m³/det menjadi 401 m³/det. Adanya peningkatan debit tersebut, mengakibatkan elevasi Bengawan Solo pun terus naik hinggal mencapai level siaga merah pada Pos Pemantauan Jurug, Surakarta 16 Februari 2023 lalu. Secara proporsional kenaikan debit ini merupakan kumulatif dari Kali Dengkeng 35%, Kali Samin 25%, sungai dan saluran lainnya 22% serta outflow Waduk Wonogiri yang menyumbang hanya 18%.
Bagikan Artikel